Sumber gambar: Pinterest Berbicara tentang dunia teknologi memang tidak ada habisnya. Teknologi merupakan salah satu aspek penting penggerak...

Sumber gambar: Pinterest

Berbicara tentang dunia teknologi memang tidak ada habisnya. Teknologi merupakan salah satu aspek penting penggerak perkembangan peradaban dunia. Sejak awal kemunculannya, teknologi memberikan dampak signifikan bagi berbagai aspek kehidupan masyarakat. Tidak hanya di satu negara saja, hampir seluruh belahan dunia menikmati yang namanya teknologi. Dalam perkembangannya, teknologi berkembang sesuai kebutuhan manusia. Jenis teknologi pun sangat variatif. Salah satu teknologi penting yang dapat mendekatkan masyarakat dunia dalam waktu singkat ialah teknologi internet.

Internet (kependekan dari interconecction-networking) secara harfiah ialah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung menggunakan standar Internet Protocol Suite (TCP/IP) untuk melayani miliaran pengguna di seluruh dunia (Muslim, 2016). Dalam prosesnya, internet melakukan proses komunikasi data antara satu perangkat dengan perangkat lainnya. Untuk dapat melakukan berbagai proses komunikasi antar satu perangkat dengan perangkat lainnya, dikenal sebuah istilah yang disebut dengan IP address. Alamat IP (IP Address) adalah alamat yang diberikan pada jaringan komputer dan peralatan jaringan yang menggunakan protocol TCP/IP (Mulyana, 2013).

Hingga saat ini, IP address memiliki dua versi yaitu IPv4 dan IPv6. IPv4 merupakan versi IP Address pertama yang memiliki alokasi pengalamatan IP sejumlah 4.294.967.296 yang diperoleh dari jumlah perhitungan subnet mask totalnya yaitu 255.255.255.255 atau dalam biner 11111111.11111111.11111111.11111111 (232). Sejak perkembangan awalnya di tahun 1983 hingga saat ini alokasi IPv4 yang lebih dari empat miliar ini hampir habis dan diperkirakan tidak mampu menampung kebutuhan pengalamatan komunikasi ke depannya dengan penggunaan internet yang terus meningkat.

Seperti kalimat awal pada tulisan ini, teknologi memang tidak ada habisnya dan selalu ada inovasi baru yang dikembangkan. Untuk mengatasi kehabisan alokasi pengalamatan IP dari IPv4, maka dikembangkan versi baru dari IP address yaitu IPv6. IPv6 menyediakan alokasi pengalamatan IP dengan total bit adalah 128 bit. Dibandingkan IPv4 yang hanya menyediakan 32 bit, ini adalah solusi yang tepat untuk mengatasi kekurangan alokasi IP Address. Selain menyediakan alokasi alamat IP dalam jumlah yang sangat besar, IPv6 juga memberikan kecepatan yang lebih baik dari IPv4. Dari segi keamanan, IP versi baru ini lebih aman karena diikuti dengan perkembangan IP Security yang terus ditingkatkan.

Meskipun sudah mulai dibincangkan tentang penggunann IP Address versi baru ini, tentunya diperlukan juga kesiapan dari segi penyedia perangkat lunak dan perangkat keras yang mendukung penggunaan IPv6. Keselarasan antara penyedia perangkat dengan penggunaan IPv6 memang diperlukan guna memperkenalkannya lebih jauh kepada masyarakat luas. Penggunaan IPv6 di Indonesia belum sepopuler IPv4. Dalam statistik yang dicatat Google, pengguna Indonesia baru 0,2 persen. Persentase ini jauh di bawah negeri tetangga seperti Malaysia dan Vietnam yang sudah di atas 30 persen, sedangkan Thailand telah 19,57 persen (Sandy, 2019). Peningkatan penggunaan IPv6 di negara tetangga mestinya menjadi acuan bagi Indonesia untuk mengembangkan IP Address versi ini, mengingat sudah terjadi proses digitalisasi di berbagai aspek kehidupan seperti pendidikan, kesehatan hingga perbankan.

Tidak butuh waktu banyak untuk menghabiskan ketersediaan alamat IPv4 yang kemudian mulai dimigrasikan ke IPv6. Hal ini tentunya dapat dijadikan patokan untuk ketersedian IP Address di masa mendatang. Meskipun saat ini IPv6 dianggap sebagai solusi dari keterbatasan alokasi IPv4, kedepannya perlu disiapkan versi IP baru untuk menggantikan IPv6. Apalagi dengan berbagai perkembangan teknologi yang semakin cepat seperti Internet of Things akan membuat penggunaan alamat IP semakin meningkat.

Dengan demikian, kecepatan perkembangan teknologi internet harus dibarengi dengan penyediaan alamat IP sebagai salah satu unsur pembangunnya. Tidak hanya mengandalkan IPv6 yang merupakan solusi dari keterbatasan IPv4, kedepannya perlu dikembangkan jenis IP Address lainnya guna mencegah kekurangan alamat IP di masa mendatang.

 

REFERENSI:

Mulyana, H. 2013. PERANCANGAN APLIKASI PEMERIKSAAN IP ADDRESS AKTIF PADA JARINGAN KOMPUTER DENGAN METODE PENGUJIAN BLACK BOX. Jurnal Techno Nusa Mandiri. X(1): 236-241.

Muslim, B. & L. Dayana. 2016. SISTEM INFORMASI PERATURAN DAERAH (PERDA) KOTA PAGAR ALAM BERBASIS WEB. Jurnal Ilmiah Betrik. 07(01): 36-49.

Sandy, O. P. 2019. Vietnam Tertinggi Pengguna IPv6, Bagaimana di Indonesia?. Diakses dari https://cyberthreat.id/read/299/Vietnam-Tertinggi-Pengguna-IPv6-Bagaimana-di-Indonesia pada 09 Januari 2021.

 

Nama Penulis: Ni Wayan Windayani

Dosen Pengampu: I Dewa Made Bayu Atmaja Darmawan, S.Kom., M.Cs.

 

Program Studi Informatika

Universitas Udayana